Rabu, 24 September 2025 Workshop Pelatihan Tari Tupping 12 Wajah yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan telah sukses dilaksanakan pada tanggal 22-24 September 2025 di Aula SMA Negeri 2 Kalianda. Kegiatan ini bertujuan untuk meregenerasi dan melestarikan seni budaya Lampung Selatan, khususnya di kalangan generasi muda.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan Tari Tupping 12 Wajah dapat terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda, serta menjadi simbol kebanggaan budaya lokal yang dikenal luas hingga mancanegara.
Sebuah pelatihan intensif Tari Tuping 12 Wajah telah sukses diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut. Acara yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional ini berhasil menarik perhatian para penari, akademisi, serta pecinta seni dari berbagai daerah. Pelatihan ini bukan hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar pelaku seni dan membangun komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Indonesia.
Tari Tuping 12 Wajah, sebagaimana namanya, merupakan sebuah tarian yang menggunakan topeng dengan 12 karakter wajah berbeda. Setiap wajah merepresentasikan emosi, karakter, dan cerita tersendiri, sehingga tarian ini membutuhkan keterampilan interpretasi dan ekspresi yang mendalam dari para penarinya. Lebih dari sekadar gerakan fisik, Tari Tuping 12 Wajah adalah narasi visual yang kompleks, sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai luhur yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, pelatihan yang diselenggarakan ini menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang sejarah, filosofi, dan teknik dasar tari ini. situs slot gacor
Rangkaian Kegiatan Pelatihan:
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dirancang dengan kurikulum yang komprehensif, mencakup berbagai aspek penting dalam Tari Tuping 12 Wajah. Berikut adalah gambaran singkat mengenai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan:
-
Hari Pertama: Pengenalan dan Pemahaman Filosofis. Hari pertama difokuskan pada pengenalan sejarah Tari Tuping 12 Wajah, termasuk asal-usulnya, perkembangannya dari masa ke masa, serta makna simbolis yang terkandung dalam setiap karakter wajah. Para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai filosofi yang mendasari tarian ini, termasuk pesan moral dan nilai-nilai budaya yang ingin disampaikan. Sesi ini dipandu oleh para ahli sejarah dan budayawan yang memiliki pemahaman mendalam tentang Tari Tuping 12 Wajah. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab juga diadakan untuk mendorong para peserta untuk menggali lebih dalam pemahaman mereka.
-
Hari Kedua: Teknik Dasar dan Gerakan Tari. Hari kedua diisi dengan pelatihan teknik dasar dan gerakan tari. Para peserta dibimbing oleh instruktur tari profesional yang berpengalaman dalam Tari Tuping 12 Wajah. Mereka mempelajari teknik dasar gerak tubuh, koordinasi, dan ekspresi wajah yang sesuai dengan karakter topeng yang dikenakan. Penekanan diberikan pada keakuratan gerakan dan interpretasi yang mendalam terhadap setiap karakter. Sesi latihan intensif juga diadakan untuk memastikan para peserta dapat menguasai teknik dasar dengan baik.
-
Hari Ketiga: Aplikasi dan Penampilan. Hari terakhir pelatihan difokuskan pada aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama dua hari sebelumnya. Para peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan kesempatan untuk berlatih secara mandiri, mengembangkan interpretasi mereka sendiri terhadap karakter-karakter dalam Tari Tuping 12 Wajah. Di akhir sesi, setiap kelompok menampilkan hasil latihan mereka di hadapan para instruktur dan peserta lainnya. Sesi ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan umpan balik konstruktif dan meningkatkan keterampilan mereka.
Keberhasilan dan Dampak Pelatihan:
Pelatihan Tari Tuping 12 Wajah ini dinilai sukses karena beberapa faktor. Pertama, kurikulum yang komprehensif dan terstruktur dengan baik memungkinkan para peserta untuk memahami dan menguasai Tari Tuping 12 Wajah secara mendalam. Kedua, kehadiran para ahli dan instruktur tari yang berpengalaman memberikan bimbingan dan arahan yang berkualitas kepada para peserta. Ketiga, suasana belajar yang kondusif dan interaktif mendorong para peserta untuk berpartisipasi aktif dan berbagi pengalaman.
Dampak dari pelatihan ini diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Diharapkan, para peserta akan menjadi agen perubahan dalam melestarikan dan mengembangkan Tari Tuping 12 Wajah di daerah masing-masing. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional Indonesia dan mendorong generasi muda untuk lebih mencintai warisan budaya bangsa. slot depo 5k
(CBA)