Pada agenda Business Matching dengan tema “FROM LOKAL TO GLOBAL – Transformasi Wisata Era Teknologi”, para pelaku industri pariwisata, UMKM kreatif, serta stakeholder terkait berkumpul untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika sektor wisata modern. Acara ini menjadi ruang strategis bagi para peserta untuk memperluas jejaring, memperkenalkan inovasi, serta membuka peluang kemitraan yang dapat mendorong produk dan layanan lokal menembus pasar internasional.
Melalui konsep transformasi wisata berbasis teknologi, Business Matching ini menekankan pentingnya digitalisasi sebagai jembatan utama untuk mengangkat potensi daerah. Mulai dari pemasaran digital, pengembangan layanan wisata berbasis aplikasi, hingga pemanfaatan platform global, seluruh peserta didorong untuk bersama-sama melakukan lompatan menuju ekosistem pariwisata yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing.
Agenda Business Matching ini terbagi ke dalam dua sesi utama.
Sesi pertama menghadirkan pembahasan mengenai Ekonomi Kreatif, yang menyoroti pentingnya inovasi, penguatan branding lokal, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk kreatif. Para pelaku ekraf diberi ruang untuk mempresentasikan karya, menggali peluang kemitraan, dan memahami bagaimana kreativitas dapat menjadi daya dorong utama dalam memperluas pasar hingga ke level global.
Selanjutnya, sesi kedua fokus pada sektor Food & Beverage (F&B), membahas strategi peningkatan kualitas produk kuliner lokal, standar keamanan pangan, serta penguatan pemasaran melalui platform digital dan jaringan distribusi modern. Melalui sesi ini, para pelaku F&B diajak untuk memperkuat daya saing produk kuliner daerah agar mampu bersaing dan diterima di pasar yang lebih luas.
Bertempat di Merlyn Park Hotel Jakarta dan mengusung tema “Kolaborasi mendukung terwujudnya Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan yang berkualitas dan berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Gus Agung Gunarthawa dari Samsara Living Museum Bali, serta Yosef dari Pelaku Usaha Pusat Oleh-oleh Lampung Selatan dan Dudi Pramono, Designer Lokal Lampung Selatan sebagai panelis diskusi. Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai unsur Pelaku Ekonomi Kreatif Nasional, mulai dari sektor souvenir, fashion, kerajinan, hingga seni musik.
Diharapkan, melalui pertemuan ini lahir kolaborasi konkret yang tidak hanya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Lampung Selatan, tetapi juga membawa produk serta identitas lokal menjadi bagian dari wajah industri wisata global. Dengan semangat transformasi dan inovasi, agenda ini menjadi langkah nyata dalam mengakselerasi kemajuan pariwisata di era teknologi.